Tiap orang memiliki waktu 'Mood' menulis yang berbeda-beda.
Ada yang Moodnya datang ketika baru bangun tidur atau habis makan siang, Ada juga yang Mood kalau lagi tengah malam atau Subuh yang sunyi senyap.
Ada yang mood pas lagi datang bulan, pas belum mandi atau sedang jatuh cinta.
Pokoknya macam-macam.
Jadi ceritanya kalau ketemu dengan saat atau timing ajaib tersebut ide buat merangkai katapun melesat dengan derasnya.
Bahkan gak jarang ide-ide brilian bermunculan walaupun sebelumnya tak pernah ada kepikiran buat menulis tuh ide.
Nah bagaimanah dengan sayah yang lucuh dan sexih inih?
Bagiku saat yang paling bagus buat menulis adalah ketika dikejar billing warnet. Wow.. kemampuan menulispun keluar dengan lincah.
Mungkin karena merasa dikejar waktu jalinan kata-katapun dipaksa keluar.
Makanya tulisan-tulisan favoritku adalah ketika aku menuangkannya di warnet tercinta tapi jorok (space banjarmasin hehe)
Tadi adalah peringkat 1 kapan ide nulisku mengalir dengan deras.
Yang ke dua yang seperti sekarang ini,
menulis di atas kertas dalam posisi santai di kasur ditemani secangkir susu milo coklat panas.
dan wow.. inspirasi menulispun berdatangan tanpa-dijemput-pulang-tak-diantar.
Oh senangnya hatiku hip hip hore shakalaka beibieh, tiba-tiba otak jadi cair secair susu coklat disampingku dan manis semanis yang menulis.
Mood menulispun bergelora kembali. Dan langsung tanpa mikir cing-cong, otak ngadat, duit habis dan kentut bau terciptalah posting-posting berikutnya. Selamat membaca.(inilah benda-benda yang menemaniku dalam menulis)
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Waktu ajaib untuk memunculkan MOOD menulis
18.09
6 Comments
** Sial ternyata tulisan yang dah kuketik dirumah dan mau kuposting keberikutnya, lupa disimpan di flashdisk. Sebell.... Muarr....
Label: Tips
Cara memilih jurusan kuliah dengan tepat
18.19
2 Comments
Wah, anak SMA sudah pada lulus nih.
Tentunya perjuangan masih belum berakhir.
Masih ada 1 rintangan yang harus dihadapi lagi, Yaitu memilih jurusan dan universitas yang tepat.
Aku juga pernah mengalami kebingungan demikian ketika hendak memasuki bangku kuliah, aku selalu mikir
'Jurusan apa yang prospeknya bagus ya?'. Padahal, setelah kusadari sekarang jika kita berpikiran demikian itu salah.
Yang patut jadi pertimbangan dalam memilih jurusan kuliah yang tepat adalah 'Jurusan apa ya yang sesuai dengan kemampuanku dan membuat aku Fun dalam menjalani kuliah?'
Ini penting banget berpikir demikian, karena kalau kita melanjutkan kuliah berarti kita siap untuk belajar lagi setelah 12 tahun sudah ditempa ma pelajaran-pelajaran sekolah yang sudah sampai ke titik membosankan.
Banyak kasus dimana teman-teman kita yang akhirnya Drop Out karena gak mampu mengikuti mata kuliah atau saking bosannya kuliah akhrinya tidak mau lagi menginjakan kakinya di kelas-kelas yang wajib dia ambil.
Jadi, lupakanlah berpikir 'Kayaknya aku milih jurusan ekonomi deh, soalnya di indonesia kan banyak bank dan banyak memerlukan orang ekonomi'
No no, dont think like that! Kalau kamu 'sepertinya' kurang suka menghitung atau ber-ekonomi ria.
Cuman ngikut-ngikut orang banyak dalam memilih jurusan atau disuruh orang tua padahal ini bertentangan dengan kemampuan kita malah membuat kita terjebak dalam 4-5 tahun perjalanan meraih gelar S1.
Apalagi bisa dibilang untuk masuk ke dunia pekerjaan sekarang yang dipentingkan adalah Gelarnya, jurusan kuliah kita belakangan. Walaupun Pekerjaan yang sesuai dengan kuliah kita bisa memberikan nilai plus, tapi untuk memulai memasuki dunia pekerjaan hanya akan diberikan test masuk standar untuk semua jurusan.
Seperti test psikologi, mengihitung, menggambar, juga penampilan Rangkaian test-test yang tidak memerlukan kuliah untuk menjawab, cuman mengandalkan kemampuan dasar aja.
Singkatnya 3 hal utama ini yang harus dipertimbangkan dalam memilih jurusan kuliah dengan tepat adalah:
1. Nilai kemampuan dirimu dan apa minatmu.
2. Tidak usah berpikir mana jurusan yang punya prospek bagus, sekarang dunia butuh profesionalitas.
Kamu punya kemampuan, kamu suka melakukannya. Itu yang dengan sendirinya akan mengembangkan dirimu menjadi seseorang profesional yang banyak dicari perusahaan.
3. Kalau bertentangan dengan keinginan orang tua, jelaskan. Kalau orangtuanya tetap kolot, kamu janji buktikan pada orang tua kalau kamu malah bisa berprestasi karena memilih jurusan yang sesuai dengan hatimu.
Oke, Let's do it with your heart. Sekali lagi, memilih kuliah berarti kita siap terikat 4-5 tahun lagi dan kita harus siap dengan segala kejenuhan yang akan datang.
Orang yang memilih jurusan yang sesuai dengan minat aja bisa bosan, apalagi yang malah ikut-ikutan gak punya minat.
Jadi Semoga berhasil deh.
Baca selengkapnya...
Tentunya perjuangan masih belum berakhir.
Masih ada 1 rintangan yang harus dihadapi lagi, Yaitu memilih jurusan dan universitas yang tepat.
Aku juga pernah mengalami kebingungan demikian ketika hendak memasuki bangku kuliah, aku selalu mikir
'Jurusan apa yang prospeknya bagus ya?'. Padahal, setelah kusadari sekarang jika kita berpikiran demikian itu salah.
Yang patut jadi pertimbangan dalam memilih jurusan kuliah yang tepat adalah 'Jurusan apa ya yang sesuai dengan kemampuanku dan membuat aku Fun dalam menjalani kuliah?'
Ini penting banget berpikir demikian, karena kalau kita melanjutkan kuliah berarti kita siap untuk belajar lagi setelah 12 tahun sudah ditempa ma pelajaran-pelajaran sekolah yang sudah sampai ke titik membosankan.
Banyak kasus dimana teman-teman kita yang akhirnya Drop Out karena gak mampu mengikuti mata kuliah atau saking bosannya kuliah akhrinya tidak mau lagi menginjakan kakinya di kelas-kelas yang wajib dia ambil.
Jadi, lupakanlah berpikir 'Kayaknya aku milih jurusan ekonomi deh, soalnya di indonesia kan banyak bank dan banyak memerlukan orang ekonomi'
No no, dont think like that! Kalau kamu 'sepertinya' kurang suka menghitung atau ber-ekonomi ria.
Cuman ngikut-ngikut orang banyak dalam memilih jurusan atau disuruh orang tua padahal ini bertentangan dengan kemampuan kita malah membuat kita terjebak dalam 4-5 tahun perjalanan meraih gelar S1.
Apalagi bisa dibilang untuk masuk ke dunia pekerjaan sekarang yang dipentingkan adalah Gelarnya, jurusan kuliah kita belakangan. Walaupun Pekerjaan yang sesuai dengan kuliah kita bisa memberikan nilai plus, tapi untuk memulai memasuki dunia pekerjaan hanya akan diberikan test masuk standar untuk semua jurusan.
Seperti test psikologi, mengihitung, menggambar, juga penampilan Rangkaian test-test yang tidak memerlukan kuliah untuk menjawab, cuman mengandalkan kemampuan dasar aja.
Singkatnya 3 hal utama ini yang harus dipertimbangkan dalam memilih jurusan kuliah dengan tepat adalah:
1. Nilai kemampuan dirimu dan apa minatmu.
2. Tidak usah berpikir mana jurusan yang punya prospek bagus, sekarang dunia butuh profesionalitas.
Kamu punya kemampuan, kamu suka melakukannya. Itu yang dengan sendirinya akan mengembangkan dirimu menjadi seseorang profesional yang banyak dicari perusahaan.
3. Kalau bertentangan dengan keinginan orang tua, jelaskan. Kalau orangtuanya tetap kolot, kamu janji buktikan pada orang tua kalau kamu malah bisa berprestasi karena memilih jurusan yang sesuai dengan hatimu.
Oke, Let's do it with your heart. Sekali lagi, memilih kuliah berarti kita siap terikat 4-5 tahun lagi dan kita harus siap dengan segala kejenuhan yang akan datang.
Orang yang memilih jurusan yang sesuai dengan minat aja bisa bosan, apalagi yang malah ikut-ikutan gak punya minat.
Jadi Semoga berhasil deh.
Label: Tips
Langganan:
Komentar (Atom)